0

Pengertian Laporan dan Contoh Laporan Ilmiah

Posted by Unknown on 06.19

Pengertian laporan

Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang sesuatu keadaan atau suatu kegiatan yang berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada pelapor.
Laporan berdasarkan isinya dibedakan menjadi sebagai berikut:
a.    Laporan ilmiah atau laporan hasil penelitian ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan-tahapan tertentu serta metode dan teori tertentu.
b.    Laporan teknis adalah laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi. Misalnya, laporan keadaan personil, keadaan inventaris, laporan keuangan, laporan perjalanan, laporan pelaksanaan tugas lain, dan sebagainya.

Jenis fakta yang digunakan dalam laporan adalah benda, kesaksian, tabel, peristiwa, grafik, dan data matrikulasi.
Fungsi laporan antara lain sebagai berikut:
1.    Fungsi pertanggungjawaban
2.    Fungsi informasi
3.    Fungsi dokumentasi.

Ada beberapa bentuk laporan antara lain sebagai berikut:
1.    Bentuk formulir adalah laporan yang biasa dibuat dalam jumlah besar, pelapor tinggal mencantumkan keterangan yang lengkap sesuai kolom yang tersedia. Misalnya, formulir riwayat hidup, formulir perjalanan dinas, formulir kegiatan, formulir rapat.
2.    Bentuk artikel atau risalah adalah laporan yang dibuat seperti karangan dalam surat kabar. Dalam artikel juga dicantumkan teori, pendapat serta permasalahan.
3.    Bentuk surat adalah laporan yang dibuat dengan menggunakan format surat. Tata cara penulisannya tidak berbeda dengan penulisan dalam surat-surat resmi.
4.    Bentuk buku adalah laporan yang disajikan dalam bentuk buku karena bentuknya menyerupai buku, jumlah halaman relatif banyak, cukup tebal dan dijilid. Laporan ini dibuat dalam kegiatan yang berskala besar.

Contoh Laporan Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil.
Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi laporan ini seputar :
ü  Tumbuhan Lumut
ü  Perkembangan dan pertumbuhan lumut
ü  Pengaruh pemberian cahaya pada tumbuhan lumut
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini :
ü  Untuk membuktikan perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan lumut
ü  Untuk menambah wawasan pengetahuan tentang makhluk hidup.
ü  Untuk mengetahui dan lebih mengenal tentang tumbuhan lumut.
1.4 MANFAAT PENELITIAN
            Manfaat dari penulisan laporan ini adalah :
ü  Dapat menentukan habitat tumbuhan lumut
ü  Dapat mendeskripsikan proses pertumbuhan tanaman lumut.
ü  Dapat menganalisis masalah yang terjadi  pada proses pertumbuhan.
ü  Dapat memahami keanekaragaman hayati.
ü  Dapat mengembangkan potensi usaha dari kerajinan tumbuhan lumut.
1.5 METODE PENULISAN
Dalam pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara :
ü Metode observasi.
ü Membaca beberapa buku di perpustakaan sekolah.
ü Mengumpulkan data dari internet.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan para pembaca penulis menyusun laporan ilmiah ini dalam beberapa bab yaitu :
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG   
1.2 RUMUSAN MASALAH  
1.3 TUJUAN PENELITIAN 
1.4 MANFAAT PENELITIAN 
1.5 METODE PENULISAN  
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN 
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KAJIAN TEORI   
2.2 RUMUSAN HIPOTESIS  
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 RANCANGAN PENELITIAN     
3.2 INSTRUMEN ALAT DAN BAHAN  
3.3 JADWAL DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN 
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 DESKRIPSI DATA
4.2 PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
5.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KAJIAN TEORI
Berdasarkan teori yang ada, beberapa jenis lumut memiliki ruang lingkup kehidupan yang luas, namun beberapa hanya berada pada habitat khusus. Secara umum lumut tidak dapat tumbuh pada habitat kering, kebanyakan hidup pada tempat yang kelembabannya tinggi, dan teduh. Jika dikaji secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kebanyakan lumut memiliki range ekologi yang agak sempit dan terbatas sehingga tumbuhan lumut mempunyai nilai penting yang cukup besar sebagai indikator habitat tertentu. Faktor biotik yang mempengaruhi kehidupan tumbuhan lumut adalah menyangkut masalah kompetisi diantara tumbuhan lumut itu sendiri, baik untuk mendapatkan makanan maupun untuk tempat hidupnya. Sedangkan faktor abiotiknya meliputi :
ü  Faktor cahaya, Umumnya tumbuhan normal membutuhkan 500 – 1300 lux intensitas cahaya. ( yang akan menjadi bahan percobaan dengan menggunakan sinar matahari )
ü  Faktor temperatur
ü  Faktor Air
Intensitas penghisapan air tergantung pada kandungan air tiap – tiap tumbuhan. Adaptasi tumbuhan lumut dalam pengambilan air :
  • Endohydric species, air yang diambil berasal dari substrat dan kemudian dihantarkan secara internal ke organ daun atau permukaan evaporasi lainnya (sifat permukaan dari tumbuhan adalah water rapellent/penolak). Umumnya hidup pada substrat yang kaya nutrien, tempat basah, dan poreus (berpori). Contoh : Polytricaceae, Mniaceae,Marchantiaceae, dsb.
  • Ektohydric species, Air mudah diabsorbsi dan hilang melalui segala permukaan tubuh. Sifat karakteristiknya adalah semua bagian tubuhnya dapat menghisap dan menyimpan air dari udara. Contoh : Grimiaceae, Orthitricaceae, lumut hati berdaun, dsb.
ü  Faktor angin
ü  Faktor edafik, meliputi tanah, humus, dan batuan. Karena lumut hidup umumnya di atas batuan dan tanah yang berhumus, jadi lumut dikatakan bersifat saprofit.

2.2 RUMUSAN HIPOTESIS
Keberadaan tumbuhan lumut disuatu tempat selalu dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut meliputi faktor biotik dan abiotik. Tumbuhan lumut jarang ditemukan yang bersifat individu, melainkan hidup berkelompok dan mempunyai bentuk – bentuk kehidupan khusus. Tumbuhan lumut biasanya tumbuh ditempat yang lembab dan berair meskipun begitu lumut juga masih membutuhkan suplai sinar matahari yang cukup, akan tetapi tumbuhan lumut kurang bisa hidup didaerah yang panas dan gersang ditambah lagi mendapat sinar matahari secara langsung, hal ini menyebabkan tumbuhan lumut banyak dijumpai di pinggiran sungai, selokan, maupun pada saluran pembuangan.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan penelitian adalah suatu hal yang penting dalam suatu penelitian ilmiah, maka penulis menyusunnya sebagai berikut :
  • Identifikasi variabel, yakni faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu penelitian. Ada beberapa variabel dalam suatu penelitian. Untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tersebut, dan mengukur variabel yang di pengaruhinya. Sementara itu, variabel yang lain  dibuat tetap (terkontrol) untuk mengisolir fenomena yang dapat berpengaruh terhadap pengamatan tersebut. Ada pun variabelnya sebagai berikut :
    • Variabel bebas, yaitu sinar cahaya matahari
    • Variabel tak bebas, yaitu morfologi tumbuhan lumut (pengukuran terhadap luas dari tumbuhan lumut pada media objek)
    • Variabel terkontrol, yaitu luas kayu, ember, serta volum air
    • Memilih peralatan yang sesuai dengan penelitian.
    • Melakukan pengamatan akurat, dalam hal ini adalah melakukan pengamatan terhadap semua objek dalam penelitian pada saat melakukan penelitian terutama pada alat dan bahan agar tujuan dari penelitian dapat dicapai. Pengamatan juga bertujuan untuk mencatat semua hal dan peristiwa yang terjadi pada objek penelitian. Pengamatan dilakukan secara teliti dan akurat dalam setiap fase penelitiannya.
    • Mengumpulkan data dan hasil penelitian, dalam hal ini pencatatan data harus jelas guna kelancaran penelitian. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi.
    • Mengolah dan menganalisis data, pengolahan  dan penyajian data penting agar dapat menganalisis data dengan benar. Adapun hal yang harus dianalisis sebagai berikut :
      • Apakah setiap data menghasilkan kurva yang mulus
      • Apakah ada data diluar kurva
      • Apakah data tersebut dapat diabaikan atau ada suatu alasan tertentu mengapa hal ini terjadi.
      • Ø Kesimpulan, yakni mengenai perumusan mengenai apa yang diperoleh dari suatu penelitian kualitatif.
      • Ø Membuat laporan kegiatan penelitian, yakni hasil penelitian dikomunikasikan secara tertulis dalam bentuk laporan kegiatan penelitian.
3.2 INSTRUMEN ALAT DAN BAHAN
Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Ember
Gayung
Penggaris
Pisau
Kertas hvs dan alat tulis
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini :
Kayu
Air
3.3 JADWAL DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  1. a.      Menyiapkan alat-alat dan bahan untuk melakukan penelitian
  2. b.      Menyiapkan 2 ember untuk 2 perlakuan, ember yang digunakan harus sama
  3. c.       Tiap-tiap ember di isi air sebanyak 100 ml agar menjaga kelembaban (tinggi air pada ember 1 cm)
  4. d.      Masukan media pertumbuhan lumut berupa kayu pada kedua ember dengan ukuran :
Ukuran Kayu : 10 cm x 15 cm
  1. e.       Letakan kedua ember pada tempat yang berbeda :
Ember A : Diletakan di dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan cukup terang
Ember B : Diletakan di halaman depan rumah (panas) dengan pencahayaan sangat terang
  1. f.       Setelah beberapa hari lakukanlah pengamatan terhadap kedua ember tersebut, apakah pada kedua ember tersebut sudah tumbuh lumut
  2. g.      Lakukan peninjauan setiap 3  hari sekali, dan catat hasilnya
  3. h.      Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada kedua ember ?
  4. i.        Catat setiap terjadi perbedaan dan peristiwa
  5. j.        Olah semua data yang telah terkumpul, kemudian buatlah grafik perbandingan
  6. k.      Tariklah suatu kesimpulan

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 DESKRIPSI  DATA
Penelitian ini berlangsung selama 21 hari, dimulai dari tanggal 7 Agustus 2011 hingga tanggal 28 Agustus 2011. Dalam kurun waktu tersebut  telah terjadi berbagai proses pertumbuhan yang berkaitan dengan penelitian ini dan kami pun berhasil mengumpulkan data tersebut dan mengolahnya menjadi suatu laporan ilmiah.
Adapun data yang terkumpul selama penelitian terhadap proses pertumbuhan lumut, adalah sebagai berikut :
Dalam bentuk tabel :
NO
HARI KE
LUAS LUMUT YANG TUMBUH PADA KAYU DI EMBER
KETERANGAN
EMBER A
EMBER B
1
3
5 Cm2
0 Cm2

Air berubah menjadi keruh

2
6
19 Cm2
6,1 Cm2
Kedua ember mulai ditumbuhi lumut
3
9
42,3 Cm2
14 Cm2
Pada ember A air berubah warna menjadi hijau pekat
4
12
98,8 Cm2
35,6 Cm2
Pertumbuhan lumut yang sangat cepat terjadi pada ember A
5
15
137 Cm2
33,2 Cm2
Pada ember B kayu menjadi keropos
6
18
150 Cm2
42,8 Cm2
Pada ember A lumut menutupi seluruh permukaan kayu
7
21
150 Cm2
62 Cm2
Pada ember B kayu berubah menjadi hitam dan kropos
                     
Catatan :        Luas kayu total pada ember 150 Cm2
Ember A : Diletakan di dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan cukup terang
Ember B : Diletakan di halaman teras depan rumah (panas) dengan pencahayaan .

4.2 PEMBAHASAN
Menganalisis data yang di peroleh dari penelitian
  • Secara kualitatif, tempat yang lembab dan mendapat sinar matahari yang cukup menyebabkan pertumbuhan lumut semakin cepat, sedangkan  pada tempat yang panas dan kering pertumbuhan lumut cenderung sedikit lambat, hal ini disebabkan karena lumut termaksuk kedalam tumbuhan epifit yang kurang cocok hidup didaerah yang tandus.
  • Secara kuantitatif, Lumut adalah sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan,.setiap tempat yang bersuhu kurang 30 derajat dan lembab pasti mudah untuk di tumbuhi lumut.
Menjelaskan hasil dengan teori yang ada
  • Teori menunjukkan, bahwa tumbuhnya lumut banyak di temukan di tempat-tempat lembab atau basah karena sangat menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi lumut tidak dapat beradaptasi dengan baik di daerah kering dan panas. Tumbuhan lumut mempunyai jenis + 25.000 species yang tesebar di seluruh permukaan bumi mulai dari daerah tropic sampai kedaerah kutub utara.
Pada umumnya struktur tubuh tumbuhan lumut mempunya ciri –ciri sebagai berikut :
1. Bentuk tubuhnya pipih
2. Bersel banyak
3. mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa
4. Melekat pada substartnya
5. Bersifat Aututrof
6. Bentuk akar seperti benang-benang
7. Daunya terdiri atas selapis sel yang mengandung klorofals berbentuk jala.

REFERENSI :

http://www.slideshare.net/nishaalifani/contoh-tulisanilmiahlaporanpenelitian

1

Pengertian Proposal dan Contoh Proposal Ilmiah

Posted by Unknown on 06.13

Pengertian Proposal

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat forma. Sedangkan, pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Untuk memudahkan pengertian dari proposal yang dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah proposal penelitian dan proposal umum.

‘Proposal Penelitian’ dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk proposal penelitian ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dan lain lain.

Sedangkan ‘Proposal Umum’ yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model proposal penelitian yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka proposal umum biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih bebas, penulisan Proposal umuu tetap harus mengindahkan kaidah-kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang-orang yang membaca proposal tersebut.

Jenis-Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu : proposal berbentuk formal, semiformal dan nonformal.

1. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:

  • bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.
  • isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.
  • bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
2. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Isi Proposal

Isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

Ciri-Ciri Proposal

  • Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
  • Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
  • Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
  • Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
  • dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

Sistematika Penulisan Proposal

1. Pendahuluan

  • Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata)
  • Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lainlain
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
3. Tujuan
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
4. Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut

5. Jenis Kegiatan

  • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.

7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri

10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang pentingpenting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11. Jadwal Kegiatan

  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
  • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi Semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran

Contoh Proposal Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar belakang
            Persaingan dunia usaha dalam suatu perekonomi kian hari kian gencar dengan tumbuhnya beberapa usaha, salah satunya adalah bidang usaha otomotif  yang mulai di gemari oleh beberapa kalangan masyarakat.
            Perkembangan usaha otomotif yang semakin pesat tersebut mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai usaha yang memberi berbagai macam kenyamanan terhadap pelanggannya. Cara dunia usaha menarik pelanggan bukan hanya berfokus pada bagaimana cara memasarkan saja,  tetapi juga di dukung oleh berbagai faktor yang bisa menyebabkan pelanggan itu merasa puas dengan apa yang di terimanya.
            Factor-faktor yang dapat mendukung kepuasan pelanggan diantaranya adalah mutu pelayanan dan mutu produk yang di berikan. Oleh karenanya produsen harus memperhatikan kepuasan pelanggan dengan cara memperhatikan factor-faktor tersebut, dengan demikian pelanggan akan sukarela kembali karena merasa puas dengan jasa yang diberikan. Dan hal tersebut ternyata merupakan promosi yang sangat jitu.
            Kepuasaan pelanggan adalah perasaan senang seorang pelanggan dikarenakan barang dan jasa yang dapat memberikan mutu atau kinerja dengan baik. Dari beberapa uraian mengenai kepuasan, maka secara umum kepuasan dapat diartikan sebagai perbandingan antara pelayanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan konsumen, atau bahkan melebihinya.
            Dalam hal ini penulis akan meneliti kepuasan pelanggan pada bengkel Honda catur jaya motor dengan member judul: “ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYAN SERVICE SEPEDA MOTOR DI BENGKEL RESMI HONDA,CV CATUR JAYA MOTOR WISMA ASRI ”.

I.2 Rumusan Masalah

1.2.1    Rumusan masalah dalam penulisan ilmiah ini adalah :
Apakah pelanggan Bengkel Honda Catur Jaya Motor merasa puas dengan  pelayanan yang di berikan ?

1.3       Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan   pelayanan yang di berikan Bengkel Honda Catur Jaya Motor.

1.4       Manfaat penelitian
Dari penelitian yang di lakukan di Bengkel Honda Catur Jaya Motor dapat diperoleh manfaat sebagai berikut :
1.      Manfaat akademis
Penulisan dapat lebih memahami tentang perilaku konsumen dan strategi persaingan usaha. Penulisan ini dapat dijadikan bahan referensi bagi mahasiswa dan mahasiswi yang ingin melakukan penelitian sejenis.
2.      Manfaat praktis
Memberikan masukan agar pelayanan di bengkel Honda Catur Jaya Motor lebih baik lagi.
1.5       Metode penelitian

1.5.1    Objek penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah Bengkel Honda Catur Jaya Motor

1.5.2    Data / Variabel
            Data primer merupakan informasi yang di kumpulkan terutama untuk tujuan investigasi yang sedang dilakukan saat ini. Sedangkan, Data sekunder merupakan informasi yang di kumpulkan bukan untuk kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain.

1.5.3    Metode Pengumpulan Data
Penulis mengadakan proses pengumpulan data menggunakan cara field research (Penelitian lapangan) yaitu penelitian lapangan yang mengumpulkan dan menerapkan beberapa metode antara lain :
1.      Wawancara           : Pengumpulan data yang di lakukan secara langsung berhadapan tatap muka dengan orang yang di wawancarai.
2.      Observasi              :  Mengadakan pengamatan langsung objek yang sedang penulis teliti untuk mendapatkan informasi yang di perlukan sehubung dengan tingkat kepuasan pelanggan.
3.      Kuesioner              :  Metode pengumpulan data dengan cara membagikan angket kepada responden untuk diisi guna mendapatkan data yang di inginkan.

1.5.4    Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi, hipotesis juga merupakan jawaban semsentara terhadap rumusan masalah.
Hipotesis yang akan dibuktikan oleh penulis yaitu :
Ho       : Pelanggan merasa tidak puas terhadap pelayanan Bengkel Honda     Catur Jaya Motor.
Ha       :  Pelanggan merasa puas terhadap pelayanan Bengkel Honda Catur Jaya Motor.


1.5.5    Alat analisis yang di gunakan
            Skala Likert
Skala Likert yaitu mengukur setiap pendapatan dan persepesi seorang atau kelompok orang tertentu, fenomena sosial jawaban tersebut dapat di skor (nilai).
Uji Chi Square
Uji Chi Square yaitu pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi sample yang benar-benar terjadi disebut frekuensi Observasi (Fo) dengan, frekuensi  Harapan (Fe) yang didasari pada setiap kasus tertentu. Dengan rumus :
Keterangan :
O = frekuensi hasil observasi
E = frekuensi yang diharapkan.
Nilai E = (Jumlah sebaris x Jumlah Sekolom) / Jumlah data
df = (b-1) (k-1)

Sumber :
1.    http://approdite1992.wordpress.com/2009/03/30/teknik-pembuatan-proposal/
2.    http://hasim319.wordpress.com/2011/05/07/mengenal-proposal/

Copyright © 2009 BLOG YUDIE SETYADI All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.